MANUSIA SEBAGAI MAHLUK ALLAH YANG PALING SEMPURNA

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Berbeda dengan makhluk lainnya yang diciptakan oleh Allah SWT, manusia memiliki yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya, yaitu kemampuan berfikir. Manusia dengan hewan memang sama-sama memiliki otak, akan tetapi otak yang dimiliki oleh manusia dapat digunakan untuk berfikir secara baiknya, sedangkan hewan otaknya tidak digunakan secara semestinya, serta manusia dapat berbahasa yang dapat disaling mengerti. Maka dari hal tersebut, manusia adalah makhluk yang paling sempurna diciptakan oleh Allah.
Hasil gambar untuk manusia sebagai makhluk ciptaan allah
Sebenarnya, Allah SWT telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna. Hal ini tertuang dalam Al- Qur’an di Surah At-Tin ayat 4 :
 لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ 
“ Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.

Kelebihan yang Allah berikan kepada manusia tentu membuat malaikat dan sebangsa iblis menjadi iri dan mempertanyakan alasan Allah memberikan hal tersebut. Allah menciptakan serta memberikan suatu kelebihan atau kekurangan pada ciptaan-Nya tentu memiliki sebuah tujuan. Salah satu tujuan Allah memberikan manusia akal pikiran yaitu ingin menjadikan manusia sebagai Khalifatan Fil Ardh. Sebagaimana pada firman Allah Q.S Al-Baqarah ayat 30-33 :

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُون}30
وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ}31
قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ}32
قَالَ يَا آدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ ۖ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ}33


"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"." {30}
"Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"." {31}
Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana"." {32}
Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?"." {33}

Ayat tersebut di atas menjelaskan ketetapan Allah menjadikan manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi. Yang dimaksud dengan khalifah ialah makhluk Allah yang mendapat kepercayaan untuk menjalankan kehendak Allah dan menerapkan ketetapan-ketetapan-Nya di muka bumi. Untuk menjalankan fungsi kekhalifahan itu Allah mengajarkan kepada manusia ilmu pengetahuan. Dengan ilmu pengetahuan manusia mempunyai kemampuan mengatur, menundukkan, dan memanfaatkan benda-benda ciptaan Allah di muka bumi sesuai dengan maksud diciptakannya.

Melalui akal pikiran yang dimiliki, manusia tentu dapat menjadi pemimpin di bumi. Namun semua bergantung pada nafsu yang dimiliki serta lingkungan yang ada di sekitarnya. Apabila lingkungannya buruk, maka manusia akan dominan melakukan hal yang bersifat fujur. Sedangkan jika lingkungannya baik, maka manusia dominan melakukan hal yang bersifat taqwa. Dengan ketaqwaan tersebut, akan menghantarkan manusia pada ketenangan hidup di dunia dan akhirat. Salah satu contoh sederhana dari taqwa pada Allah ialah membaca serta mengamalkan apa yang ada di dalam Al Quran. Sebab orang yang dekat dengan Al Quran maka insyaAllah surga menjadi jaminannya, selain itu keuntungan di dunia adalah masa tuanya tangguh atau tidak mudah pikun.


Hukum alam atau dalam Islam dikenal dengan istilah Sunnatullah yang artinya ketetapan Allah yang ada di alam. Ini berarti bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam terjadi atas izin Allah. Hukum alam terjadi apabila manusia tidak mampu memerlakukan alam dengan baik. Apabila manusia mampu menjaga ala mini dengan baik sebagai sesama ciptaan Allah, maka manusia akan merasakan kenikmatan yang luar biasa dari alam semesta ciptaan Allah.



Comments

Popular Posts