MANUSIA SEBAGAI MAHLUK IBADAH

Sejak dahulu sebelum manusia diciptakan, Allah SWT telah menciptakan Malaikat, Jin, Iblis terlebih dahulu. Namun Allah berencana untuk menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya. seperti yang terdapat pada Q.S Az-Zuriyat ayat 56 :
ÙˆَÙ…َا Ø®َÙ„َÙ‚ْتُ الْجِÙ†َّ ÙˆَالْØ¥ِÙ†ْسَ Ø¥ِÙ„َّا Ù„ِÙŠَعْبُدُونِ
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."

Dalam sebuah bukunya Muhammad Quthb menuliskan: “Perasaan seorang muslim dalam perjalanan mencari rizki, mencari ilmu, mengupayakan kemakmuran bumi dan setiap aktivitas fisik, akal dan jiwanya adalah (bisa bernilai) ibadah. (Nilai) Ibadah yang dilaksanakan dengan keikhlasan yang sama dengan keikhlasan untuk melaksanakan (ibadah) shalat.”


Hasil gambar untuk manusia beribadah

Ibadah berasal dari kata 'abada yang arti bebasnya menyembah atau mengabdi merupakan bentuk penghambaan manusia sebagai makhluk kepada Allah Sang Kholiq [Pencipta]. Karena penyembahan atau pemujaan merupakan fitrah [naluri] manusia, maka ibadah kepada Allah membebaskan manusia dari pemujaan yang salah dan tidak dikehendaki oleh Allah. Sehingga yang mengabdi [manusia] disebut Abid, sedangkan yang disembah disebut Ma’bud.

Ibadah memiliki aspek yang sangat luas. Sehingga segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah Ta’ala, baik berupa perbuatan maupun ucapan, secara lahir maupun batin, semuanya merupakan [dan dapat disebut dengan] ibadah. Sedangkan lawan dari ibadah adalah ma'syiat.
Sehingga bentuk "Ibadah" ada dua :
  1. Ibadah Maghdhah [khusus]; Yaitu ibadah yang ditentukan cara dan syaratnya secara detil dan biasanya lebih bersifat RITUAL [misalnya : shalat, zakat, puasa, haji, qurban, aqiqah, dll].
  2. Ibadah 'Amah [Muamalah]; Yaitu ibadah dalam arti umum, sehingga segala bentuk perbuatan maupun setiap aktifitas kebaikan manusia yang dilandasi oleh niatan Akhlaso [kemurnian] semata-mata untuk mendapatkan ridho [restu] dari Allah merupakan perwujudan dari penghambaan dan pengabdian ataupun penyembahan kepada Allah. Misalnya : Mencari nafkah dalam bentuk aktifitas BISNIS, Hidup bermasyarakat [bertetangga], Pergaulan dengan Kerabat, Hidup bernegara, tolong-menolong, dll.
Secara sempit makna ibadah mengacu pada tugas-tugas pengabdian manusia secara individu sebagai hamba Allah SWT. Tugas ini diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan ibadah ritual yang dilaksanakan secara terus-menerus dengan penuh keikhlasan. Kalimat liya'budun  pada ayat diatas berbentuk fi'il mudhari', yang dalam gramatika bahasa arab lazim digunakan untuk suatu perbuatan yang sedang dan akan terus-menerus dilakukan di masa mendatang. pemenuhan fungsi ini perlu penghayatan yang dakam agar seorang hamba sampai pada tingkat religiusitas dimana tercapainya kedekatan diri dengan Allah SWT. Bila tingkat ini berhasil diraih, maka seorang hamba akan bersikap tawadhu', tidak arogan dan akan selalu pasfah pada segala ketentuan dan ketetapan Allah SWT (tawaqqal).




Comments

Popular Posts